Sebuah pertanian pengolahan di wilayah utara Zambia terutama bergerak di bidang pengeringan biji-bijian dan pengolahan buah. Pertanian ini berlokasi di daerah terpencil tanpa jangkauan jaringan listrik umum. Sebelumnya, pertanian ini mengandalkan generator diesel kecil sebagai sumber daya listrik, yang memiliki kapasitas daya rendah, operasi tidak stabil, serta konsumsi bahan bakar tinggi—sehingga mengakibatkan efisiensi pengolahan rendah dan biaya produk tinggi. Pelanggan sangat membutuhkan solusi pasokan listrik off-grid berdaya tinggi, stabil, dan berbiaya rendah guna mendukung operasi peralatan pengolahan serta meningkatkan efisiensi produksi.
Lokasi/Waktu: Wilayah Utara Zambia, November 2024
Konfigurasi: PCS: 400 kW, BAT: 1000 kWh, PV: 300 kW, Generator Diesel: 200 kW (cadangan)
Beban: Peralatan pengeringan biji-bijian, mesin sortasi dan pengolahan buah, peralatan pengemasan, sistem ventilasi penyimpanan, serta kebutuhan listrik harian pertanian
Lingkungan operasi: Daerah pedesaan terpencil, suhu tinggi, sinar matahari kuat, debu berlebih
Mode operasi: Operasi off-grid, prioritas energi surya, sistem penyimpanan energi untuk pengaturan beban puncak dan pasokan daya terus-menerus; generator diesel akan menyala secara otomatis ketika permintaan daya peralatan pengolahan mencapai puncaknya atau dalam kondisi hujan terus-menerus guna memastikan produksi tanpa gangguan.
Sistem ini mengadopsi desain terintegrasi berdaya tinggi dengan kapasitas menahan beban yang kuat, sehingga mampu memenuhi kebutuhan daya tinggi peralatan pengolahan. Sistem ini dilengkapi casing tahan debu dan tahan guncangan, yang dapat beradaptasi dengan lingkungan berdebu di peternakan pengolahan serta mengurangi frekuensi pemeliharaan peralatan. Sistem penjadwalan cerdas mampu mendistribusikan daya secara rasional berdasarkan status operasi berbagai peralatan pengolahan, sehingga menghindari pemborosan energi.
Solusi ini secara efektif telah mengatasi permasalahan pasokan listrik di peternakan pengolahan pertanian, meningkatkan efisiensi pengolahan sebesar 35%, mengurangi biaya bahan bakar sebesar 55% per tahun, serta menekan biaya pengolahan produk. Di saat yang sama, pasokan energi bersih telah mengurangi pencemaran lingkungan, meningkatkan daya saing produk peternakan, dan meletakkan fondasi kuat bagi pengembangan jangka panjang peternakan tersebut.